Aplikasi UMKM dan Sarana Pendamping UMKM Konektifa usulan pinjaman atau pembiayaan dengan pola syariah

Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) tahun ini berencana membentuk direktorat syariah. Direktorat secara khusus menangani usulan pinjaman atau pembiayaan dengan pola syariah.

Managing Director LPDB Kemas Danial mengatakan bahwa pembiayaan dengan pola syariah akan mampu menekan non-performing loan (NPL) di sektor UMKM. Pada 2016 NPL telah turun menjadi 0,44 persen dari 0,47 persen sebelumnya. Aplikasi UMKM dan Sarana Pendamping UMKM Konektifa.

“Syariah lebih mampu meminimalisasi risikonya, karena sistem untuk pembagian keuntungan, bila dibandingkan dengan pola konvensional simpan pinjam,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Dia telah mencoba menjelaskan sebenarnya bentuk penyaluran dana bergulir dengan pola syariah hingga 31 Desember 2016 mencapai Rp 1,48 triliun atau 18,31 persen. Sedangkan pada 2017, realisasi pinjaman syariah ditargetkan mencapai Rp 600 miliar dari total dana bergulir yang akan disalurkan Rp 1,5 triliun. Sisa Rp 900 miliar untuk pinjaman konvensional. Aplikasi UMKM dan Sarana Pendamping UMKM Konektifa .

“Kami memiliki hampir 30 persen dari Rp 1,5 triliun yang kita miliki dengan apa itu syariah sekarang,” kata Kemas.

Penyebaran pinjaman syariah akan lebih banyak di Jawa, karena ini adalah basis Muslim terbesar. LPDB akan bekerja sama dengan Asosiasi Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Indonesia, atau Koperasi Simpan Pinjam Syariah (KSPPS) untuk membagikan pinjaman di daerah tersebut.

“Basis BMT Jawa Tengah tinggi, Jawa Timur, lalu Jawa Barat, terutama di Jawa. Nah mengapa mereka tumbuh sehingga kepercayaan mereka pada bunga lain lebih bersifat pendekatan religius,” katanya.

Sejalan dengan rencana pembentukan direktorat syariah, Kemas mengatakan telah menyerahkannya kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Diharapkan pada akhir bulan ini Menteri PANRB telah mengeluarkan keputusan agar operasionalnya segera berjalan. Aplikasi UMKM dan Sarana Pendamping UMKM Konektifa

Kemas mengatakan, pembentukan direktorat syariah ini sesuai dengan nasehat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Seharusnya sebahai Lembaga audit keuangan yang berasal dari pihak pemerintah menyarankan agar penyaluran dana dengan syariah dan pola konvensional dipisahkan.

“Menteri mengatakan bahwa tidak ada kejengkelan sehingga pada akhir bulan ini mereka telah membuat sebuah jawaban kepada Menteri Perhubungan untuk direktorat syariah dibentuk, kemudian memposisikan sumber daya manusianya agar direktorat syariah ini dapat dipisahkan. Dengan konvensional, “katanya.

semenjak tahun 2008 sampai dengan 31 Desember 2016, LPDB telah mencoba membagikan dana bergulir ke KUKM sebesar Rp 8,08 triliun. Dana dibagikan kepada 965.685 UMKM melalui 4.251 mitra di seluruh Indonesia. Sedangkan pada 2016, dana bergulir bisa diserap 100,55 persen dari total target Rp 1 triliun.

LPDB mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 205,43 miliar atau 130,02 persen pada 2016. Realisasi terhadap pendapatan tersebut berasal dari pendapatan dana talangan sebesar Rp 142,29 miliar atau 112,43% dari target rencana bisnis dan anggaran (RBA) sebesar Rp 126,54 miliar.

Selain itu, dari pendapatan jasa lainnya sebesar Rp 63,13 miliar atau 444,88 persen dari target RBA Rp 14,08 miliar.

 

itulah informasi Aplikasi UMKM dan Sarana Pendamping UMKM Konektifa usulan pinjaman atau pembiayaan dengan pola syariah

Aplikasi UMKM dan Sarana Pendamping UMKM Konektifa usulan pinjaman atau pembiayaan dengan pola syariah | threehundredzeroes | 4.5