Contoh Cerpen Singkat Tentang Pendidikan

Contoh Cerpen Singkat Tentang Pendidikan – Cerpen berjudul ” jam kosong ” di bawah ini melukiskan bagaimana situasi serta kondisi beberapa pelajar saat memperoleh jam kosong serta tak ada guru. Suka deh bila anda membaca kisahnya karna situasi demikian kondusif untuk menuntut pengetahuan.

Nyatanya, dalam cerpen ini dikisahkan sebagian siswa hadapi jam kosong dengan begitu bijaksana serta pandai. Nyatanya mereka tidak menyia-nyiakan saat serta tidak suka saat memperoleh jam kosong. Pokoknya menarik deh bagaimana ceritanya. Maka dari itu kami berniat membagikan narasi itu untuk rekanan pelajar semuanya.

Dengan penambahan satu judul sekali lagi jadi cerpen dengan topik pelajar atau pendidikan jadi semakin banyak serta lebih lengkap sekali lagi. Jadi setiap saat memerlukan cerpen begini rekanan semuanya lebih gampang mencarinya, benar demikian bukan? Ya oleh karena itu tambah baik di baca saja contoh cerpen singkat tentang pendidikan yang menarik berikut ini.

“Jam Kosong Lagi”
Cerpen Singkat Pendidikan Oleh Irma

Pagi buta Camil telah bangun, ia membereskan tempat tidur, menyiapkan buku-buku pelajaran serta pekerjaan lantas beranjak menuju kamar mandi. Sesudah bersihkan diri tidak lupa ia sholat subuh lalu menuju dapur untuk menolong ibunya mempersiapkan sarapan.

“Kamu telah bangun Nak…”
“Sudah bu, ibu ingin masak apa? ”
“Tumis kangkung sama ikan asin goreng”
“Ya telah sini saya bantuin bu”

Pagi itu seperti umum Camil menolong ibunya mempersiapkan sarapan pagi. Jam 5 pagi sarapan telah siap serta ibunya lantas mulai mempersiapkan dagangan. Ibu Camil mempunyai warung soto, jadi keseharian ia senantiasa repot dengan dagangannya.

Sesudah merampungkan masalah dapur Camil juga masih tetap pernah menolong ibunya menyiapkan dagangan. Jam 6 mereka satu keluarga telah sarapan serta mulai kesibukan keseharian. Bapak Camil pergi ke sawah, sesaat ibunya berdagang.

Camil sendiri masih tetap duduk di bangku SMA kelas 3. Ia senantiasa rajin belajar baik di sekolah ataupun dirumah. Ia juga seringkali menolong ibunya berdagang karna memanglah tempat tinggal mereka dimuka sekolah Camil.

Mulai sejak kakaknya wafat setahun lantas karna sakit Camil senantiasa rajin menolong ibunya. Ia menukar sang kakak untuk menolong ibu memperoleh uang untuk penambahan keperluan keseharian.

Dahulu saat kakaknya masih tetap hidup mereka dapat memercayakan hasil sawah ayahnya karna senantiasa dibantu sang kakak. Tetapi saat ini sang bapak bekerja sendiri hingga sering hasil panen kurang memuaskan.

Walau dari keluarga kurang dapat, Camil adalah anak yang pintar serta ia begitu rajin di sekolah. Ia senantiasa memperoleh posisi, bahkan juga th. ini ia memperoleh beasiswa untuk anak berprestasi.

Tetapi akhir-akhir ini tengah ada problem di sekolahnya. Sebagian guru yang telah tua wafat dunia, kebetulan telah ada 3 guru yang wafat bln. itu. Karenanya sistem belajar mengajar di sekolah sedikit terganggu karna kekurangan guru. Camil serta rekan-rekan sangat terpaksa seringkali belajar sendiri di sekolah karna jam kosong.

“Hari ini kelihatannya kita jam kosong sekali lagi nih”, ucap Camil pada Niko.
“Iya nih, walau sebenarnya sebentar sekali lagi ujian”, jawab Niko.
“Bagaimana bila kita belajar dengan, kita cobalah latihan masalah saja, kemudian kita sama-sama ganti jawaban kita”

Pada akhirnya Niko serta Camil belajar kerjakan bebrapa masalah yang berada di buku. Sesudah usai mereka sama-sama menukar hasil jawaban yang didapat. Bila ada yg tidak sama pendapat serta mempunyai jawaban berlainan jadi mereka juga mendiskusikannya bersama.

Lihat mereka berdua belajar sendiri, sebagian topik beda juga turut gabung, situasi belajar jadi lebih ramai serta menarik. Di sela-sela itu mereka juga masih tetap pernah bercanda-ria.
“Coba bila sehari-hari begini ya, kita belajarnya jadi lebih santai”, celetuk salah seseorang dari mereka.
“Benar juga ya, tapi bila ada yang mentok serta tidak paham ya kita juga yang sulit, cobalah masalah nomor 5 ini siapa yang tahu? ”, ucap Niko
“Iya, saya tidak paham jawaban pastinya”, lebih Camil
“Ya telah, kita tulis saja yg tidak kita ketahui, kemudian kelak kita beri ke kepala sekolah supaya kita dibantu…”

Mereka juga meneruskan diskusi hingga tidak mengerti saat istirahat sudah tiba. Mendengar anak beda ramai diluar kelas mereka juga pada akhirnya akhiri diskusi serta istirahat.

“Bagaimana ini, jam selanjutnya kita juga kosong, apa kita teruskan seperti barusan? ”
“Ya mungkin, tapi apa tidak baiknya kita katakan pada kepala sekolah? ”
“Bilang bagaimana? ”
“Ya ini kan telah dua minggu kita begini, walau sebenarnya sebentar sekali lagi kita ujian, apa tak ada guru beda? ”
“Iya anda benar”

Pada akhirnya sebagian murid mengambil keputusan untuk musyawarah terlebih dulu di kelas. Pada akhirnya mereka bermusyawarah mengulas jam kosong yang seringkali berlangsung.

Pada akhirnya, ketentuan di ambil, dengan beragam pertimbangan mereka mengambil keputusan untuk coba bicara dengan beberapa guru. Niko, Camil serta Tia juga pada akhirnya menuju ke kantor.

“Ada apa anak-anak, kalian tidak belajar? ”
“Tidak pak, pelajaran kimia…”
“Ow… jadi kalian ingin apa? ”,
“Kami menginginkan berjumpa ayah kepala sekolah pak”
“Ada butuh apa kalian menginginkan berjumpa pak kepala sekolah”
“Ini pak, kami menginginkan membahas problem jam kosong di kelas kami”
“Oh… ya telah, di ruangnya, kalian dapat ke sana langsung”

Pada akhirnya mereka menjumpai kepala sekolah serta menyebutkan problem jam kosong itu. Tak ada jalan keluar yang memuaskan, ayah kepala sekolah menyebutkan kalau di sekolah telah tak ada guru beda yang dapat menolong, mereka harus mesti belajar sendiri hingga guru baru diperoleh. Bagaimana, apakah menarik contoh cerpen singkat tersebut? Semoga anda terhibur ya.

Contoh Cerpen Singkat Tentang Pendidikan | threehundredzeroes | 4.5