mengimpor barang dari luar negeri ke Indonesia

Tahapan proses bagaimana mengimpor barang dari luar negeri ke Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Pembeli dan penjual berkomunikasi atau korespondensi, baik melalui email, media sosial, fax, telepon atau media komunikasi korespondensi. Setelah pembeli dan penjual menyetujui harga dan jenis barang, pembeli (importir) membuat pesanan pembelian atau kontrak penjualan lindung nilai atau hedging harga. Dibebaskan dari kenaikan bahan baku atau selisih kurs.

2. Setelah kesepakatan harga di atas, maka importir sebagai pembeli membuka L / C atau Letter of Credit sebagai media pembayaran. Jika di Indonesia bisa melalui Bank MANDIRI atau BANK BCA yang sudah bermitra di luar negeri. Bank MANDIRI posisi ini dalam perdagangan internasional sebagai OPENING BANK.

3. OPENING BANK mengirimkan KONFIRMASI L / C ke bank koresponden di Malaysia, misalnya BANK MAYBANK (disebut CORRESPONDENCE BANK). Isi bahwa uang importir atau pembeli telah dikunci di Bank MANDIRI. Order order dalam proses atau produksi. Jadi tentu saja aman, karena dana sudah dipegang oleh Bank MANDIRI. Resiko scam sangat kecil, karena uangnya sudah terkunci.

4. Pihak CORESONDENCE BANK atau BANK MAYBANK kirim L / C SARAN ke eksportir (penjual di Malaysia). Beritahu bahwa ada perintah dari Indonesia, uang sudah ada. Pesan ini Misalkan mesin bubut. Jumlah unit, specenya seperti ini. Ini menjelaskan semuanya. Sesuai dengan kesepakatan semula.

5. Kemudian, eksportir mencairkan L / Cnya yang dikirim oleh Bank MANDIRI lebih awal, melalui Bank MAYBANK. Biasanya ada pembayaran penuh, ada uang muka (DP). Untuk contoh ini, katakanlah pembeli menarik semua pembayaran, karena pembeli telah membayar penuh. (Misalnya saja). Kondisi pembayaran tunduk pada kesepakatan.

6. Setelah uang diterima dengan baik oleh eksportir Malaysia, barang dikirim ke perusahaan pelayaran, kemudian dia akan membuat dan mendapatkan dokumen ekspor, biasanya INVOICE, PACKING LIST, BILL OF LADDING dan seterusnya, dokumen ini diserahkan oleh BANK MAYBANK sebagai bank korespondensi.

7. Importir kemudian mengambil dokumen-dokumen di atas, yang disediakan oleh Bank MAYBANK melalui Bank MANDIRI, sebagai dokumen material pengambilan / pelepasan barang dari bea cukai. Dan siapkan persyaratan untuk pengeluaran barang tersebut, misalnya SERTIFIKASI SNI, LISENSI BPOM, atau KARANTINA. Bergantung pada jenis barangnya.

8. Importir kemudian mengurus kliring impor atau cukai barang dari pabean setempat, dengan membuat Dokumen PIB (Pemberitahuan Impor Barang). Importir juga membayar PDRI (pajak impor) yang meliputi bea masuk dan pajak ini.

9. Setelah semua pajak, biaya masuk dan biaya lainnya diselesaikan, maka pabean mengeluarkan surat ajaib yang namanya SPPB (surat persetujuan pelepasan barang) untuk mengambil barangnya di pelabuhan TERMINAL CARGO. Tanpa dokumen ini, barang tidak akan keluar.

mengimpor barang dari luar negeri ke Indonesia | threehundredzeroes | 4.5