Peran Kemampuan Perkembangan Motorik untuk Perkembangan Fisiologis Anak Usia Dini

Peran Kemampuan Perkembangan Motorik untuk Perkembangan Fisiologis Anak Usia Dini

 

Perkembangan motorik pada anak usia dini sangat penting untuk dioptimalkan.

Meningkatnya keterampilan anak dalam menguasai gerakan motorik yang merupakan manifestasi dari perkembangan motorik, rupanya selaras dengan dampak-dampak positif yang akan mereka dapatkan.

Perkembangan motorik memiliki dampak positif serta peran yang sangat penting dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini.

Peran perkembangan motorik pada tahap tumbuh dan kembang anak berdampak pada tiga aspek, yakni dalam perkembangan fisiologis, sosial dan emosional anak, hingga kognitif pada anak.

Perkembangan motorik pada anak usia dini erat kaitannya dengan proses gerak seluruh anggota tubuh yang merupakan unsur kematangan dan pengendalian pada gerak tubuh, sehingga sudah dipastikan ia memiliki andil besar dalam perkembangan fisiologis anak.

Dari segi perkembangan fisiologis, anak-anak yang gemar bergerak dan berolahraga akan menjaganya dari masalah jantung.

Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi kesehatannya. Jantung yang terbebas dari masalah akan membuat peredaran darah dan oksigen ke seluruh tubuh menjadi lancar.

Selain jantung, organ pernapasan seperti paru-paru juga akan ikut terstimulasi, sehingga anak akan terbebas dari masalah pernapasan seperti hidung tersumbat, pilek hingga penyakit pernapasan berat seperti asma atau paru-paru basah.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa anak yang terbiasa melakukan olah fisik (berolah raga) sejak kecil, rupanya akan berakibat baik untuk pembentukan postur tubuh anak di kemudian hari.

Hal itu disebabkan kegiatan olah raga atau bergerak secara aktif, akan membuat tulang serta otot-otot anak bertambah kuat.

Tidak hanya itu, dengan aktivitas yang lebih rupanya dapat membantu anak dalam mengontrol berat badannya, sehingga akan terhindari dari obesitas ataupun kurang gizi.

Kurangnya aktivitas anak dalam bergerak akan membuat tulang-tulangnya menjadi rapuh. Anak yang terbiasa beraktivitas di dalam rumah saja dengan menggunakan gadget di tangan, akan membuat daya tahan tubuh mereka melemah, sehingga mereka menjadi rentan terkena penyakit.  

Oleh karena itu, pembiasaan anak untuk senang bergerak dan berolahraga harus dilakukan sedini mungkin.

Orang tua bisa mengenalkan kegiatan berolahraga melalui kegiatan-kegiatan perkembangan motorik kasar (gross motor skill) yang menggunakan otot-otot besar pada anak, seperti kegiatan melompat, berlari, bersepeda, berjalan cepat, menangkap bola, hingga berdiri dengan tumit.

Meningkatnya kemampuan motorik kasar ternyata juga akan meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak. Kemampuan motorik kasar dan motorik halus merupakan bagian dari perkembangan kognitif yakni keterampilan motorik.

Meningkatnya kemampuan motorik kasar yang selaras dengan kemampuan motorik halus pada  anak tersebut telah dibuktikan oleh berbagai macam penelitian di bidang psikologis dna fisiologis.

Sehingga agar keduanya berjalan secara seimbang, orang dewasa khususnya orang tua perlu memberikan tempat agar anak dapat melakukan kegiatan motorik kasarnya secara leluasa.

Tidak hanya itu, orang tua juga harus melatih anaknya melakukan gerakan motorik halus sedari dini. Jangan membatasi kegiatan anak dengan terlalu banyak larangan, dan biarkan mereka mengeskplorasi lingkungannya atas dasar rasa ingin tahunya sendiri.

Peran Kemampuan Perkembangan Motorik untuk Perkembangan Fisiologis Anak Usia Dini | threehundredzeroes | 4.5